Teman yang baik, bukanlah teman yang selalu membela kita, sampai diri kita salah saja dibela.
Teman yang baik adalah jika dia melihat pakaian saudaranya robek, maka dia berusaha menambalnya atau menjahitnya, dan menambal kesalahan temannya dalam urusan agamanya dengan diberikan nasihat dan peringatan kepadanya.
Teman yang baik, bukanlah teman yang hanya berkumpul tatkala senang saja, tapi teman yang baik sebenarnya adalah teman yang ada tatkala kita kesusahan.
Teman yang baik, bukanlah teman yang mengadu domba temannya, hanya untuk mendapatkan kesenangan dunia yang sesaat, agar jabatan dunianya aman dengan menempuh berbagai cara dengan cari muka atau semisalnya, karena takut kehilangan sumber nafkah dan takut di atas dalil serta pemahaman sahabat yang sebenarnya.
Teman yang baik, bukanlah teman yang hanya bergaul jika ada keuntungan dunia semata, tapi teman yang baik itu akan bergaul jika ada keuntungan akhirat.
Teman yang baik adalah teman yang mengingatkan janji-janji kita, dan jika dia mampu hartanya maka akan segera membantu mewujudkan janji saudara muslim yang lain, bukan malah senang jika saudaranya tidak menunaikan janji.
Teman yang baik adalah teman yang seperti bangunan, satu dengan yang lain saling menguatkan dalam kebaikan bukan menguatkan dalam hal kejelekan.
Teman yang baik adalah teman berkumpul dan berpisah karena Allah, memberi karena Allah, menahan karena Allah, menasihati karena Allah, bersikap lemah lembut karena Allah dan tegas juga karena Allah.
Teman yang baik adalah teman yang menolong saudara sesama muslim yang lain, baik dalam keadaan dia menzalimi atau terzalimi.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
انصر أخاك ظالما أو مظلوما
“Tolonglah saudaramu! dalam keadaan ia menzalimi atau terzalimi.” (HR. Bukhari, no. 2264)
Dari hadits di atas sangat jelas bahwa seorang yang paling berhak dan paling utama ditolong adalah ظالما (orang yang zalim) dengan jalan dinasihati, dicegah, ditahan sekuat tenaganya dari kezaliman yang ia lakukan, agar ia selamat dari laknat dan murka Allah.
Ketika temanmu membiarkan dan diam dari kesalahan dalam urusan agama, maka dia bukanlah teman yang baik.
Karena seorang yang membiarkan kesalahan temannya dalam urusan agamanya di kehidupan dunia, maka dia akan menjadi musuh di hadapan persidangan Allah dan akan saling menyalahkan dan melaknat.
Dan seorang yang engkau benci di dunia karena nasihatnya, baik berupa mendatangimu secara langsung, tulisan, chat pribadi, bahkan menjidalmu karena engkau membangkang dari larangan Allah, walau nampak tak nyaman di hatimu bahkan bisa jadi dirimu menganggapnya sok pinter atau suci, maka sungguh dia adalah orang yang paling sayang kepadamu, dan engkau akan sangat sayang kepadanya ketika persidangan di hadapan Allah, walau terkadang dia adalah orang yang engkau benci, karena ketika kebanyakan temanmu yang lain diam dan nampak toleransi dari kesalahanmu dalam urusan agama, namun dia bersuara dan selalu mengingatkanmu, maka dia adalah teman terbaikmu di dunia.
Maka jangan salah sangka kepada temanmu yang cerewet mengingatkan dalam urusan agama, tauhid dan manhaj salaf. Karena sesungguhnya dirinya hanya ingin engkau selamat dalam menjalankan agama di dunia dan memetik hasilnya di Akhirat.
Al-Imam Abdil Bar rahimahullah berkata:
من أحبك حذرك
“Barangsiapa yang sayang kepadamu, maka dia pasti akan memperingatkanmu (dari berbagai kejelekkan).”
Semoga Allah menjaga dan merahmati orang-orang yang cerewet dan peduli dengan nasihat-nasihat dalam kesalahan urusan agama kita dan berlindung dengan keagungan-Nya dari talbis Iblis untuk menjauhkan dari teman yang sebenarnya yang peduli dan baik kepada diri kita. Âmîn
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
***
Disusun di bumi Allah Kwasen







