Istighfar solusi dalam menuntut ilmu
Mengapa tidak setiap yang menuntut ilmu sukses menggapai ilmu yang ia cita-citakan?.
Mengapa ada saja penuntut ilmu yang mengeluhkan sulit memahami ilmu yang telah ia pelajari?.
Mengapa ada saja penuntut ilmu yang awalnya semangat menuntut ilmu lalu futur dan tak nampak lagi di majelis ilmu?.
Mengapa dan apa sebabnya?.
Sebab terbesarnya adalah kurangnya engkau meminta ampun kepada Allah Ta’ala atas dosa-dosa yang telah dilakukan.
Allah Ta’ala berfirman :
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ
“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) yang berhak disembah selain Allah dan mohonlah ampunan atas dosamu.” (QS. Muhammad : 19)
Allah Ta’ala akan menurunkan ilmu-Nya kepada engkau wahai penuntut ilmu jika dirimu tidak menyalahkan guru-gurumu dan berburuk sangka dengan ucapan “Duh penyampaian kecepatan, Ustadznya gak terkenalah atau pemateri gak asyiklah dan lain sebagainya.”
Salahkanlah dirimu, buanglah angkuhmu, dan perbanyaklah istighfar (meminta ampun) kepada Allah dengan tulus dari hatimu, niscaya Dia akan memudahkan urusanmu untuk memahami ilmu yang tadinya sulit bagimu.
Disebutkan bahwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah ketika beliau terlupakan sebuah hadits atau ilmu, maka beliau memperbanyak istighfar dan sholat sunnah mutlak sampai Allah Ta’ala mengembalikan ilmu-Nya kepada beliau rahimahullah.
Lalu bagaimana dengan engkau sekarang?.
Sudahkah engkau sibuk memperbaiki diri?.
Lebih semangat hadir di majelis ilmu lebih awal, duduk paling depan, membawa buku panduan dan minimal buku catatan ataukah malah sibuk ngobrol dan melakukan hal yang tak bermanfaat ketika majelis ilmu berlangsung?.
Bagaimana akhlakmu kepada ilmu, majelis dan guru yang sedang engkau timba ilmunya?.
Ataukah engkau lebih sibuk mengghibah dan menyalahkan selain dirimu?.
Tulisan ini untukmu, ya untukmu wahai yang membaca renungan ini dan mengaku sebagai penuntut ilmu yang telah banyak belajar agama di mana-mana namun masih gagal dan semu hasilnya, hanya bergonta-ganti custom saja, akan tetapi tak nampak perubahan kualitas ilmumu sehingga buruk adab serta akhlakmu.
Buruknya adab dan akhlakmu adalah cermin minimnya ilmu yang ada padamu.
Wahai yang mengaku sebagai penuntut ilmu, sibukanlah menunjuk (menyalahkan) dirimu sendiri daripada menyalahkan pihak lain dan perbanyaklah istighfar (meminta ampunan) kepada Allah Ta’ala.
Semoga Allah mencurahkan taufik-Nya kepada para penuntut ilmu yang menerapkan adab dan akhlak dalam menuntut ilmunya, baik kepada guru, ilmu dan majelisnya. Âmîn
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
***
Disusun di Bumi Allah Pesantren Kampung Santri – Ahad, 13 Muharram 1443
