Gunting dan jarum itu memiliki perbedaan yang sangat mencolok.
Janganlah engkau seperti gunting!, walaupun nampak murah senyum, ramah, mudah bergaul dan berjalan lurus maju ke depan, namun engkau membelah sesuatu yang tadinya menyatu!.
Itulah perusak tauhid, perusak fitrah, perusak ilmu, tukang fitnah, adu domba, penyebar syubhat dan perusak ukhuwah islamiyah.
Jadilah engkau seperti jarum!, yang nampak menusuk, namun pasti akan menyatukan sesuatu yang terpisah.
Itulah nasihat di atas dalil yang sesuai di atas pemahaman sahabat radhillahu ‘anhum, walaupun menusuk hati, namun nantinya akan memperbaiki sesuatu yang rusak.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
قل الحق و لو كان مرا
“Katakanlah yang benar itu benar, meskipun terasa pahit.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban)
Siapapun yang berjalan seperti gunting, dengan dia nampak ramah, supel, murah senyum, dianggap baik oleh makhluk, disukai banyak manusia, followernya banyak dan seakan yang dia kerjakan maju ke depan, namun tindakannya malah menghasilkan kerusakan dan membelah yang tadinya menyatu, maka merekalah orang-orang yang tidak tunduk dengan dalil, dan tidaklah mereka melakukan sesuatu kecuali karena mencari ridho manusia, bukan karena mengejar ridho Allah sang pemilik Surga.
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين







