Fitroh manusia

Tidak ada seorang hamba akan suka terhadap sesuatu yang mengkoreksi kesalahan dirinya.

Dia akan senang manakala kesalahannya tidak ada yang menyentuh apalagi meluruskannya.

Tidak ada seorang hamba yang mampu untuk sengaja mendengarkan nasihat yang sedang membahas permasalahan dirinya, walaupun nasihat itu umum di majelis ilmu atau rekaman kajian.

Semisal tentang haramnya riba dan dosa lainnya.

Tentu seorang yang sedang melakukan perbuatan riba atau yang lain akan menghindar tidak mau tahu dengan nasihat di majelis ilmu atau rekaman kajian yang membahas perbuatannya tersebut disebabkan dirinya masih melakukannya.

Apakah ini fitroh yang baik?.

Allah berfirman :

فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ

“lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thoha : 123-124)

Fitroh seorang hamba yang baik dia akan tunduk dengan peringatan yang datang kepadanya, baik langsung dia mendengarnya atau melalui perantara yang lain dan disaat mendengarkan peringatan dari Allah dan Nabi-Nya dia segera kembali dan tidak membangkang.

Karena jika sudah jelas peringatan datang kepada diri hamba tentang kesalahannya, namun dia tetap berpaling maka Allah akan sempitkan urusannya, dan tidak ada yang mampu untuk mengurusi urusannya sendiri kecuali Allah membantu dirinya untuk menyelesaikannya.

Ingat para hamba Allah semua, bahwa Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Sallam diutus untuk menyampaikan kabar gembira dan peringatan.

Bukan kabar gembira saja atau peringatan saja untuk para hamba Allah dan Umat-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Allah berfirman :

إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا ۖ وَلَا تُسْأَلُ عَنْ أَصْحَابِ الْجَحِيمِ

“Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang para penghuni Neraka.” (QS. Al-Baqarah : 119)

Diamlah manakala peringatan datang kepada dirimu wahai hamba Allah, baik melalui ceramah para Ustadz, Rekaman kajian atau artikel.

Karena sesungguhnya Allah sayang kepadamu, sehingga Allah mendatangkan peringatan melalui berbagai cara dan fasilitas yang ada.

Jangan engkau lari!.

karena berpalingnya engkau dari peringatan yang datangnya dari Allah dan Nabi-Nya adalah awal bencana yang akan menyengsarakan kehidupanmu didunia.

Ingatlah!.

Peringatan itu hanya di dunia saja.

Adapun Surga adalah tempatnya para hamba Allah yang menerima peringatan yang datangnya dari Allah dan Nabi-Nya.

Dan Neraka adalah tempatnya orang-orang yang lari dari peringatan Allah dan Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

***

Disusun di bumi Allah – Bekasi, 24 Safar 1439 H

Penulis: Abu Salman Al-Kwasayni

Artikel: www.muslimberdikari.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: