Wajib menjaga lisan

Seorang hamba yang mengaku dirinya mukmin wajib untuk berkata yang baik atau jika dirinya tidak mampu berkata yang baik maka dia wajib diam. Dan dia harus berjihad menjaga lisannya dari dosa ghibah, hasad dan mengadu domba.

Dengan sebab tidak terjaganya lisan inilah yang banyak menyebabkan terjadi kejahatan dan kedholiman.

Nabi  ﷺ bersabda :

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر؛ فليقل خيرًا أو ليصمت

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat maka berkatalah yang baik atau diam.” (Mutaffaqun ‘Alaihi)

Meninggalkan ucapan atau perbuatan yang tidak bermanfaat.

Tanda seorang hamba yang baik agamanya adalah dia enggan berucap dan beramal sesuatu yang merugikan dirinya baik dalam kehidupan dunianya terlebih urusan agamanya, sebab seorang hamba yang cerdas akan memikirkan kehidupan setelah kematian.

Nabi ﷺ bersabda :

من حسن إسلام المرء تركه ما لا يعنيه

“Sesungguhnya tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu (ucapan atau perbuatan) yang tidak manfaat bagi dirinya (agamanya).” (Hadits Hasan, HR.Tirmidzi)

Dalam riwayat lain :

إن من حسن إسلام المرء قلة الكلام فيما لا يعنيه

“Sesungguhnya tanda dari baiknya islam seseorang adalah sedikit bicara pada sesuatu yang tidak memberikan manfaat padanya.” (HR. Ahmad )

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

***

Disusun di bumi Allah – Bekasi, 25 Jumadil ‘Awal 1438

Penulis: Abu Salman Al-Kwasayni

Artikel: www.muslimberdikari.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: