Siapakah Mujahid atau Mujahidah Itu?

Imam Malik bin Dinar rahimahullah berkata:

“جاهدوا أهواءكم كما تجاهدون أعداءكم”.

“Lawanlah hawa nafsu kalian sebagaimana kalian melawan musuh-musuh kalian.”

Siapasaja yang mampu melawan hawa nafsunya, maka ia adalah orang yang kuat dan cerdas.

Seorang hamba yang tidak mampu untuk melawan musuh yang ada pada dirinya sendiri, maka tidak akan mampu untuk melawan musuh-musuhnya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

المجاهد من جاهد نفسه في طاعة الله.

“Mujahid itu adalah seorang yang menundukan hawa nafsunya untuk ta’at kepada Allah.”

Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepadaNya, dan kita semua di dunia ini bukan hanya untuk; makan, minum dan kawin saja. Namun lebih dari itu tujuan penciptaan kita semua untuk beribadah dan ta’at kepadaNya, baik dalam keadaan senang maupun sedih.

Setiap dari kita pasti meninggal dunia dan akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah dan para penghuni Surga itu adalah hambaNya yang Sabar dalam beribadah kepadaNya.

Kesabaran itu akan berbuah manis dan balasannya Surga.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

الصبر ضياء

“Kesabaran itu adalah cahaya.” (HR. Muslim)

Kesabaran tak akan bercahaya tanpa dada kita nyesek, telinga panas, mata menahan sesuatu, mulut atau tangan ditahan untuk berucap dan menulis sesuatu yang dilarang sama Allah Ta’ala.

Ingin mendapatkan iman tanpa kesabaran?.

Tak mungkin.

Ingin mendapatkan Surga tanpa kesabaran?.

Tak mungkin.

Ingin mendapatkan derajat yang tinggi di sisi Allah tanpa kesabaran?.

Tak mungkin.

Semua kebaikan harus bermodalkan kesabaran dan ketundukan kepada Allah barulah akan mendapatkan manisnya iman, bukan kemauan jiwa yang selalu dituruti.

Asy Syaikh Abu Bakar Al-Jazairy rahimahullah berkata:

الصبر: حبس النفس على ما تكره

“Sabar itu adalah menahan jiwa dari apa yang ia (jiwa) benci (untuk tunduk dengan aturan Allah.” (منهاج المسلم)

Perbanyaklah istighfar jika hatimu galau…!

Sibukkanlah dengan ilmu jika nafsumu menerkam…!

Bacalah Al-Qur’an jika hatimu gersang…!

Ingatlah kematian jika dirimu mulai condong ke urusan dunia…!

Mengikuti manhaj Sahabat (Salaf) itu ada konsekuensinya, bukan hanya teori dan tampilan saja.

Kita wajib mengikuti mereka dalam hal urusan agama, salah satu dari sifat mereka adalah kesabaran yang wajib diikuti dan diamalkan.

Kesabaran mereka dalam keadaan dadanya longgar dan sempit, begitu juga ketaatan mereka.

Urusannya Allah dan NabiNya lebih wajib dipilih dan diutamakan dibandingkan urusan semua manusia di dunia ini.

Surga itu mahal bukan dan penuh perjuangan, bahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyampaikan bahwa masuk Surga itu maka pasti kita lebih banyak mendapatkan sesuatu yang tak mengenakkan hati.

Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Sallam bersabda:

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“ Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.” (HR. Muslim)

Ingin masuk Surga tanpa ada yang menyakitkan hati kita?.

Sangat tak mungkin.
_________
الكامل في اللغة و الأدب ١٨٧

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

***

Disusun di bumi Allah – Bekasi, Kamis 16 Shafar 1440 H

Penulis: Abu Salman Al-Kwasayni

Artikel: www.muslimberdikari.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: