Aqidah

Menyekutukan Allah Itu Dosa Besar

Menyekutukan Allah Itu Dosa Besar

Seorang guru bercerita kepada murid-muridnya; ada peristiwa satu keluarga dirampok diperkosa dan dibunuh anggota keluarga lainnya,

kemudian murid-muridnya berkata ; kurang ngajar, harus dibalas nggak boleh itu, kejam sekali.

Namun manakala diceritakan peristiwa kedua, ada satu keluarga yang mencari rezeki, ia di dalam rumahnya, di depan rumahnya di depan pintunya di tanam kepala kerbau.

murid-murid ini berkata ; tidak benar itu, suaranya datar tidak seperti peristiwa yang pertama.

Kemudian gurunya berkata kepada murid-muridnya; kenapa peristiwa yang kedua kalian datar suaranya?.

lalu guru bertanya lagi kepada murid-muridnya; Mana dosa besar antara membunuh, merampok dengan mempersekutukan Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan dia mengampuni segala dosa yang selain (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa mempersekutukan Allah, sungguh ia telah dosa besar.” (QS. An-Nisa : 48 )

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

***

Disusun di bumi Allah Pekalongan tercinta

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *