Ketika ada kesulitan disitulah cinta Allah

Kecintaan Allah bukan hanya ketika seorang hamba memiliki harta benda.

Kecintaan Allah bukan hanya ketika seorang hamba mendapatkan kemudahan.

Kecintaan Allah bukan hanya ketika seorang hamba mendapatkan kesehatan.

Kecintaan Allah bukan hanya ketika seorang hamba memiliki kenikmatan yang dirasakan.

Namun cinta dan kasih sayang Allah ketika seorang hamba diuji.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ

“Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah mendapatkan kebaikan, maka ia akan diuji (mendapatkan sesuatu yang ia tak sukai).” (HR. Bukhari).

Sesuatu yang tak mengebakan itu terbagi menjadi 2;

1. Ujian: kesulitan yang diberikan kepada hamba yang kesehariannya taat kepada syari’at Allah, tujuannya untuk meningkatkan iman dan ketaatannya.

2. Adzab: kesulitan yang diberikan kepada hamba yang kesehariannya kurang menjalankan atau tidak menjalankan ketaatan kepada syari’at Allah, tujuannya agar seorang hamba yang melakukan kemaksiatan dan dosa mau kembali ke jalan yang diridhai Allah.

Seorang wajib yakin bahwa dalam satu kesulitan ada dua kemudahan.

Allah Ta’ala berfirman :

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٥)إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٦)

“Maka sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah : 5-6).

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

***

Disusun di bumi Allah – Kuala Lumpur Malaysia, Sabtu 17 Ramadhan 1439

Penulis: Abu Salman Al-Kwasayni

Artikel: www.muslimberdikari.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: