Tidak ada keturunan Kyai

Tidak sedikit suara penuntut ilmu yang tidak percaya diri dalam berjihad menuntut ilmu.

Kadang penuntut ilmu berkata : “Di keluargaku tidak ada silsilah keluarga ustadz/ kyai, apa mungkin aku bisa berbahasa arab, paham Al-Qur’an dan As-Sunnah?.”

Ketahuilah wahai para penuntut ilmu, bahwa Allah Ta’ala akan memberikan ilmu-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki, dengan catatan yang menuntut ilmu tersebut memiliki adab dan akhlak yang tinggi, bukan hanya mengandal IQ yang tinggi.

Ya betul IQ tinggi banyak dibutuhkan dalam belajar ilmu ini itu dan sukses dalam belajarnya, akan tetapi kebanyakan yang dipelajari adalah ilmu bumi (dunia) bukan ilmu langit (agama).

Menuntut ilmu agama itu sangat butuh dengan adab dan akhlak yang tinggi dan banyak memohon kepada Allah Ta’ala agar dimudahkan (merengek) dalam menuntut ilmu.

Penuntut ilmu itu wajib memiliki 6 akhlak dalam proses menuntut ilmunya :

1. Akhlak kepada Allah Ta’ala
2. Akhlak kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam
3. Akhlak kepada para Sahabat radhiallahu ‘anhum
4. Akhlak kepada orangtua;
√Orangtua yang mengajarkan (guru)
√Orangtua yang melahirkan (Kedua orangtua)
5. Akhlak kepada sesama (teman/ masyarakat).

Kenapa guru lebih tinggi kedudukannya daripada orangtua yang melahirkan?.

Karena guru mengajarkan anak didiknya untuk berbakti kepada kedua orangtuanya, adapun orangtua belum tentu mengajarkan anaknya untuk berbakti kepada guru-gurunya. Misal pun ada orangtuanya yang mengajarkan anaknya untuk berbakti kepada gurunya sangat sedikit jumlahnya.

Ingin sukses menuntut ilmu?.

Jagalah 6 akhlak di atas dengan sepenuh hati!, in syaa Allah Al ‘Alîm akan memberikan apa yang engkau cita-citakan.

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

***

Disusun di bumi Allah – Kwasen Tercinta

Penulis: Abu Salman Al-Kwasayni

Artikel: www.muslimberdikari.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: