Siapakah ahlu Al-Qur’an?

Orang-orang yang mengaku telah mampu membaca Al-Qur’an dengan benar dan tartil, lalu mereka mulai menghafal Al-Qur’an, meminimalisir kesalahannya hingga mempelajari ayat-ayat nya. Di sisi lain dirinya juga membaca Al-Qur’an dan menguasai tilawah, bahkan berlomba-lomba untuk mendapatkan sanadnya, sehingga seorang telah merasa dirinya sebagai ahlu Al-Qur’an.

Apakah hamba yang demikian sudah pantas disebut sebagai ahlu Al-Qur’an?.

Asy-Syaikh Al-‘Allamah Prof. Dr. Shalih Al-Fauzan Hafidzahullah berkata :

المراد بأهل القرآن ليس الذين يحفظونه ويرتّلونه و إلى آخره .

أهل القرآن هم الذين يعملون به حتّى ولو لم يحفظوه ، الذين يعملون بالقرآن بأوامره ونواهيه وحدوده ، هؤلاء هم أهل القرآن ، وهم أهل الله وخاصّته من خلقه .

 أمّا من

يحفظ القرآن

ويجيد التّلاوة

ويضبط الحروف

ويضيّع الحدود

فهذا ليس من أهل القرآن وليس من الخاصّة وإنّما هو عاص لله ولرسوله ومخالف للقرآن ، نعم.

وكذلك أهل القرآن الذين يستدلّون به ولا يقدّمون عليه غيره في الاستدلال ويأخذون منه الفقه والأحكام والدّين هؤلاء هم أهل القرآن .

“Bukanlah yang dimaksud dengan Ahlu Al-Qur’an  adalah mereka yang hanya menghafalnya, dan membacanya dengan tartil sampai akhir bacaannya.

Ahlu Al-Qur’an adalah mereka yang mengamalkan kandungan Al-Qur’an walaupun mereka (terkadang) belum menghafalkannya, mereka mengamalkan Al-Qur’an dengan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya dan batasan-batasannya, mereka itulah Ahlu Al-Qur’an dan merekalah hamba-hambanya Allah yang pilihan.

Adapun seseorang ;

  • Yang menghafal Al Qur’an
  • Yang menguasai tilawah
  • Yang menjaga tempat keluarnya huruf
  • Yang menghilangkan batas-batasnya (kesalahan dalam membaca Al-Qur’an).

Maka hal ini bukanlah termasuk Ahlu Al-Qur’an dan bukanlah termasuk orang-orang pilihan, dan sesungguhnya dia adalah orang yang bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya dan menyelisihi Al-Qur’an, ya.

Dan oleh karena itu Ahlu Al-Qur’an adalah orang-orang yang berdalil dengan Al-Qur’an dan dalam pengambilan dalil mereka tidaklah mengedepankan dalil selain Al-Qur’an (lebih mengedepankan Al-Qur’an), dan mereka mengambil fiqh, dan hukum-hukum dan agama dari Al-Qur’an, mereka itulah Ahlu Al-Qur’an.” (Syarhu Kitaabil ‘Ubuudiyyah)

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

***

Disusun di bumi Allah – Bekasi

Penulis: Abu Salman Al-Kwasayni

Artikel: www.muslimberdikari.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: