Balasan menutupi aib orang lain

عن أبي هريرة ؛ عن النبي صلى الله عليه وسلم:-
« لا يستر عبدٌ عبدًا في الدنيا ، إلا ستره الله يوم القيامة »

Dari Sahabat Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘slaihi wa sallam : “Tidaklah seorang hamba menutupi (aib) saudaranya, kecuali Allah akan menutupi baginya pada hari kiamat”. (HR. Muslim)

Siapasaja yang melihat aib saudaranya, maka hendaklah dia menutupi dan mencukupkan untuk dirinya.

Terlebih jika yang terpeleset adalah orang yang mulia yaitu para ulama, para da’i ahlu sunnah wal jama’ah atau orangtua kita semua, maka wajib untuk kita menutupi aibnya.

Jika ada perilaku atau ucapan sesama muslim yang benar aib saja wajib untuk ditutupi, apalagi yang belum jelas beritanya dan apakah termasuk aib atau tidak, maka lebih wajib untuk ditutupi dan wajib juga melakukan tabayyun terlebih dahulu kepada orang yang tertuduh.

Apalagi jika bukan aib namun hanya fitnah belaka dan tuduhan kepada orang-orang yang baik agamanya, maka bukan saja menutupi fitnah, namun lebih dari kita wajib membela dengan harta, pikiran, tenaga atau yang lebih rendahnya adalah doa untuk mereka.

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

***

Disusun di bumi Allah – Ruang Belajar, Rabu 13 Sya’ban 1438 H

Penulis: Abu Salman Al-Kwasayni

Artikel: www.muslimberdikari.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: