Marah yang diperbolehkan
Marah merupakan awal malapetaka. Adanya pengrusakan dan tindakan yang tidak pantas diawali dengan marah.
Jika seseorang marah hendaknya dia tetap diam, jangan melakukan yang lebih dari itu.
Nabi ﷺ bersabda :
إذا غضب أحدكم فاليسكت
“Jika salah seorang dari kalian marah, maka diamlah.” (Shahil Jaami’, no.693)
Jika muncul marah dalam keadaan berdiri, maka duduklah!.
Jika muncul marah dalam keadaan duduk, maka berbaringlah!.
Tidak semua marah itu tercela.
Ada marah yang baik yaitu apabila perintah Allah dan Rasul-Nya dilanggar maka seseorang wajib cemburu dan marah, jika marahnya disebabkan agamanya dilecehkan dan dihinakan maka amarah yang seperti ini adalah wujud keimanan yang ada pada diri hamba tersebut.
Nabi ﷺ bersabda:
أن رجلًا قال للنبي ﷺ أوصني قال:
«لا تغضب»، فردد مرارًا قال: «لا تغضب»
“Ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi ﷺ; wasiatkanlah diriku ya Rosulullah., Nabi ﷺ bersabda; Janganlah kamu marah!. Maka beliau mengulang-ulang:’Janganlah kamu marah!.” (HR. Bukhari)
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
***
Disusun di bumi Allah – Ruang Belajar, Rabu 25 Jumadil ‘Awal 1438
Penulis: Abu Salman Al-Kwasayni
Artikel: www.muslimberdikari.com
