Perangkap Iblis dan bala tentaranya

Ilmu adalah cahaya dan iblis tidak akan pernah rela manusia yaitu umatnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam untuk berilmu.

Mereka akan terus dan senantiasa menjauhkan ilmu dengan berbagai cara :

1. Menganggap tidak penting ilmu tersebut, dengan merasa sudah pernah mempelajarinya.

2. Para penuntut ilmu sibuk menjatuhkan kehormatan para pengajar ilmu atau para Da’inya dan menganggap remeh Da’i yang baru muncul atau tidak terkenal dan tidak bergelar atau bahkan karena masa lalu Da’i tersebut sebagai hal yang dianggap remeh ditengah masyarakat, dengan menyebut: “….Dia mantan hanya mantan ini dan itu…”.

Sementara tidak kita jumpai bahwa para Salafush Shalih melakukan itu, karena Al-Imam Fudail bin Iyyad rahimahullah saja mantan perampok, namun beliau tidaklah dipanggil dan diremehkan sebagai Da’i mantan perampok.

3. Mengadu domba diantara Da’i dan para penuntut ilmunya.

4. Memasukan rasa sombong pada pengajar ilmu dan para penuntut ilmunya.

5. Menyibukkan para penuntut ilmu untuk membicarakan fitnah dan meninggalkan untuk mencari kebenaran dengan Tabayyun.

6. Memasukan rasa sombong kepada para penuntut ilmu, dan disaat diluruskan kesalahannya; maka yang meluruskan akan dituduh sebagai orang yang telah terkena syubhat, karena berita yang sudah tersebar berbeda dengan apa yang dia sampaikan.

Berkata Al-‘Alamah Ibnul Jauzi Rahimahullah :

اعلم أن أول تلبيس إبليس على الناس صدهم عن العلم؛ لأن العلم نور فإذا أطفأ مصابيحهم خبطهم في الظلام كيف شاء

“Ketahuilah bahwa awal tipu daya iblis kepada manusia adalah menjauhkan dan memalingkan mereka dari ilmu agama, karena ilmu agama adalah cahaya, maka apabila iblis telah memadamkan lentera-lentera cahaya mereka maka dengan mudahnya iblis memasukkan mereka ke dalam berbagai macam kegelapan sekehendaknya.” (Talbis Iblis, 1/289)

Wahai para penuntut ilmu hati-hatilah dari tipu daya iblis, janganlah engkau merasa aman dari makarnya!.

Iblis akan menampakan kebaikan sebagai keburukan, dan akan menampakan keburukan sebagai kebaikan.

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

***

Disusun di bumi Allah – Bekasi, Kamis 19 Rabiul Awwal 1439

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: