Guru dan orangtua idaman

Guru menyambut murid-murid datang.

Guru kembali ke rumah setelah semua murid pulang.

Guru membimbing bukan hanya mengajarkan.

Guru menganggap murid-muridnya seperti anaknya sendiri.

Guru menjaga akhlaq dan adab murid-muridnya baik di kelas atau di luar kelas.

Guru menanyakan kabar anak didiknya.

Gurunya menanyakan bagaimana ibadah anak didiknya.

Guru tidak mudah putus asa.

Guru dicintai para muridnya.

Guru ditunggu para muridnya.

Karena guru adalah pengajar kebaikan.

معلم الخير يستغفر له كل شيء حتى الحيتان في البحار

“Orang yang mengajarkan kebaikan (kepada orang lain) akan dimintakan ampunan oleh semua makhluk, sampai ikan-ikan di lautan.” (HR. At-Thabrani).

Orang tua murid menyekolahkan anak mereka bukan sekedar menitipkan saja.

Orang tua mau bekerjasama dengan pihak sekolah dalam mendidik anak-anaknya.

Sehingga anak-anak kita semua menjadi tabungan kebaikan yang berharga untuk orang tuanya dan gurunya.

إذا مات العبد إنقطع عنه عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح يدعو له

“Jika seorang hamba meninggal dunia maka akan terputus seluruh amalnya, kecuali tiga hal: Shodaqoh jariyah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang sholih yang mendoakan kedua orang tuanya.” (HR. Muslim)

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

***

Disusun di bumi Allah – Bekasi

Penulis: Abu Salman Al-Kwasayni

Artikel: www.muslimberdikari.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: