Hancurnya penuntut ilmu
Takut kehilangan dan rakus terhadap dunia (harta) menjadikan penuntut ilmu futur.
Urusan ilmu tinggi dan mulia, tentunya tak akan mungkin seorang condong ke dunia lalu ilmunya mumpuni atau yang didapatkannya lebih banyak.
العلم
Adalah ketinggian
الدنيا
Adalah kerendahan
Orang yang mengejar ilmu dan disiplin dalam menggapainya, maka Allah pasti akan meninggikan dengan sebenarnya.
Adapun seorang yang nampaknya mengejar ilmu, namun hatinya lebih condong terhadap dunia dan gemerlapnya harta dibandingkan urusan ilmu serta dakwah, maka akan terhina dan tak merasakan manisnya ilmu.
Menuntut ilmu itu tak boleh terkotori dengan tamak dengan mengejar dunia, kenapa?.
Karena walau lisan tak berkata, namun perilaku dan sikap akan nampak ketika sedang di majelis ilmu;
1. Mudah baperan jika dinasehati.
2. Mudah tersinggungan jika ada tegoran.
3. Menjadi penakut/cemen.
4. Mudah menyalahkan yang menasehati daripada menyalahkan dirinya sendiri.
5. Menjadi pengecut dalam urusan nahi munkar dan mengakui kesalahan.
6. Aturan dianggap penjara dan amanah atau tugas dianggap beban, sementara ia di tempat kerjanya jelas dapat beban yang banyak di luar kemampuannya, namun ia sabar jalani dan kerjakan, karna dengan alasan klasik takut dipecat, sebab takut dipecatlah menuntut ilmunya tak berkualitas hanya bernilai rutinitas yang menghancurkannya.
7. Ingin lari sejauh-jauhnya dari amanah dakwah, sementara ia adalah pilihan Allah untuk amanah dakwah, manakala diselisihi janjinya kepada Allah, maka hinalah dia dengan sehina-hinanya, kecuali bertaubat dengan benar.
Inilah dampak dunia yang menghancurkan amanah menuntut ilmu dan dakwah. Sementara orang yang akan disesatkan Allah adalah yang mana mereka sudah mengetahui aturan, namun sengaja melanggar dengan berbagai alasan.
Gambaran dirinya telah terhina adalah melanggar aturan yang sudah diketahui dan ia sepakati agar disiplin menuntut ilmu.
Adanya tata tertib untuk penuntut ilmu itu agar para pejuang ilmu sukses dalam menuntut ilmu, bukan hanya dhahir menuntut ilmu, namun hasilnya minim atau bahkan nihil.
Merugi… merugi…dan merugilah, jika tak mau taubat ke jalan yang benar.
Menuntut ilmu dan lebih condong terhadap urusan agama adalah manhajnya Sahabat.
Adapun nampaknya menuntut ilmu, namun lebih condong terhadap dunia dan berani melanggar aturan menuntut ilmu, maka ini adalah jebakan iblis agar penuntut ilmu gagal.
Iblis dan bala tentaranya tak akan rela sampai hari kiamat, jika anak cucu adam berilmu dengan ilmunya para Sahabat, maka mereka menggoda dan menjebak penuntut agar gagal serta terhina karena futurnya dalam berjihad di jalan Allah.
Iblis menjebak dengan alasan kesulitan hartalah, kesibukan kantorlah, kesehatan keluargalah dan berbagai macam jebakan Iblis.
Ingatlah, menuntut ilmu jika ikhlas karena Allah, maka Allah akan mengkayakanmu!.
Ingatlah, menuntut ilmu jika ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan kesehatan untuk keluargamu!.
Ingatlah, menuntut ilmu jika ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan qonaah terhadap dunia kepadamu!.
Ingatlah, menuntut ilmu jika ikhlas karena Allah, maka Allah akan menjagamu!.
Ingatlah, menuntut ilmu jika ikhlas karena Allah, maka Allah akan mencintamu!.
Apa sih sebab yang banyak penuntut ilmu itu futur atau gagal?.
1. Tak mengganggap bahwa menuntut ilmu itu adalah ibadah yang, lisan ingin sukses menuntut ilmu namun perilaku menghina ilmu dengan lebih banyak dengan urusan dunia dan hartanya.
2. Banyak alasan (mencari-cari alasan).
3. Tak berkunjung kepada gurunya dan meminta nasihat, sehingga ia sok tahu mau menyelesaikan masalahnya sendiri, tentu yang ada akan memunculkan masalah baru dan terus menumpuk.
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
***
Disusun di bumi Allah – Bekasi
Penulis: Abu Salman Al-Kwasayni
Artikel: www.muslimberdikari.com
