Kedudukan suami
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
لو كنت آمرا احدا أن يسجد لأحد لأمرت النساء ان يسجدن لأزواجهن لما جعل الله لهم عليهن من الحق
“Seandainya aku memerintahkan seseorang untuk sujud pada yang lain, maka tentu aku akan memerintah para wanita untuk sujud pada suaminya karena Allah telah menjadikan begitu besarnya hak suami yang menjadi kewajiban istri”. (HR. Abu Dawud ).
Jadi hak suami sangat besar, jika dibolehkan sujud kepada mahluk, istri tentu berhak sujud kepada suami. Hadits diatas juga menunjukan wajibnya ta’at kepada suami, karena seorang wanita setelah menikah, berbaktinya berubah untuk suaminya dan apa bila wanita tersebut durhaka kepada suaminya, orang tuanya bisa mendapatkan dosa karena sebab durhakanya.
Allah berfirman :
الرجا ل قوامون على النساء
“Lelaki itu pemimpinnya wanita”. (QS:An Nisa’: 34).
Lelaki adalah pemimpinnya wanita, wanita sebagai istri wajib taat kepada suaminya selama suaminya tidak menyuruh kepada yang mungkar atau melanggar agama Nabi shollaallahu ‘alaihi was sallam bersabda:
لا طا عة قي معصية إنما الطاعة في المعروف
“Tidak ada ketaatan dalam perkara maksiat. Ketaatan itu hanyalah dalam perkara yang ma’ruf (kebaikan).” (HR. Bukhari dan Muslim)
لا طاعة لمخلوق في معصية الله
“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah.” (HR. Ahmad).
Hukum taat kepada seorang suami itu wajib, selama dia tidak menyuruh untuk durhaka kepada perintah Allah.
Satu contoh adanya problem yang di hadapi oleh kebanyakan wanita yang telah bersuami, adalah permasalahan kepada ibu mertuanya, yaitu problem komunikasi.
Aslinya hal ini bisa diselesaikan dengan kerjasama dengan suami, salah satunya contohnya : setiap kali suami mau memberikan sesuatu barang, atau uang, dan sebagainya.
Yang intinya suami mau berbuat baik kepada orang tuanya, hendaknya seorang suami bersedia melalui perantara istrinya, dan istrinya sesekali menambahkan apa yang akan diberikan untuk mertuanya itu, jika dilakukan terus dan sabar mengharap ridho Allah, maka seorang istri yang ada poblem kepada ibu mertuanya in sya Allah mertuanya itu akan luluh hatinya dan dia akan menjadi mantu yang paling di cintai dan disayangi mertuanya.
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
***
Disusun di bumi Allah – Kwasen Tercinta
Penulis: Abu Salman Al-Kwasayni
Artikel: www.muslimberdikari.com
