Aqidah

Menjaga Amanah

Menjaga Amanah

Sifat amanah adalah satu tanda yang mana merupakan ciri seorang mukmin

Apabila akhlaq yang mulia ini yaitu amanah tidak ada dari seorang yang mengaku dirinya sebagai mukmin, maka akan dikhawatirkan seperti disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

آيَة الْمُنَافِقِ ثَلَاث إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَ إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

“Tanda orang munafik itu tiga apabila ia berucap berdusta, jika membuat janji berdusta, dan jika dipercayai mengkhianati.” (HR Al-Bukhari, Kitab Iman, Bab Tanda-tanda Orang Munafik, no. 33 dan Muslim Kitab Iman, Bab Penjelasan Sifat-Sifat Munafik, no. 59).

Seorang mukmin apabila berkata wajib jujur.

Seorang mukmin apabila berjanji wajib ditunaikan, termasuk ucapan in syaa Allah-nya kepada setiap muslim yang ia telah ucapkan janji.

Seorang mukmin apabila dia dipercayakan sesuatu (amanah) dia jaga sekuat tenaga.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“أدِّ الأمانة إلى من ائتمنك ، ولا تخن من خانك”

“Tunaikanlah amanah kepada orang yang telah memberikan amanah kepadamu, dan janganlah kau berkhianat (curang) kepada orang yang telah berbuat curang kepadamu.”  (Shahihul jami’, 240)

Apapun amanahnya harus ditunaikan dan tidak berlaku curang.

Karena amanah akan kembali kepada pelakunya.

Begitu juga sebaliknya perkataan, perbuatan, ataupun sikap yang curang tidak menjaga amanah yang telah Allah dan Rosul-Nya wajibkan untuk dijaga, maka akan menjadi malapetaka untuk pelakunya dikemudian hari.

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

***

Disusun di bumi Allah Jakarta

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *