Hati itu lemah
Saudaraku seiman, hati-hati dalam bergaul…!!
Walaupun engkau anggap hanya sebentar dan percakapan biasa.
Karena hati itu lemah, sebagaimana penjelasan para Salafush Shalih.
Kejelekan itu lebih cepat menyambar-nyambar dan mempengaruhi hati.
Adapun kebaikan dakwah prosesnya lama, tergantung cara mengambilnya dan mengamalkannya.
Engkau bergaul dengan ustadz, apakah engkau akan segera jadi ustadz..!?.
Manakala engkau bergaul dengan yang rusak agamanya barang 1 menit, engkau akan segera ikut rusak.
Minimal hati akan mengeras dan ragu dengan dalil.
Jika ada seorang melakukan Sholat lima waktu tiap harinya, namun sholatnya tidak mampu untuk mencegah dari dosa HASAD, GHIBAH, FITNAH, MENGADU DOMBA.
Maka tidaklah bermanfaat Shalatnya.
Sholatnya hanya sekedar menggugurkan KEWAJIBAN saja, sementara Allah memerintahkan dengan sebab Sholat harus mampu mencegah dari perbuatab keji dan munkar.
Allah berfirman :
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
“Sesungguhnya shalat itu (wajib bisa) mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al ‘Ankabut: 45).
Taman surga hanya beberapa langkah, namun karena hatinya berpenyakit HASAD, menjadikan terhalang dari ilmu dan kebaikan yang banyak.
Ingatlah …! Nabi mewajibkan kepada kita semua untuk memilih teman yang baik agamanya bukan teman yang kaya harta atau punya jabatan.
Nabi ﷺ bersabda :
الرجل على دين خليله فلينظر أحدكم من يخلل
“Seseorang itu tergantung kebiasaan perilaku agama temannya,maka wajib untuk setiap dari kalian berhati-hati dalam memilih teman (untuk bergaul).” (HR. Abu Dawud)
Jangan tertipu dengan fisik, namun lihatlah dia cinta ilmu tidak …?.
Dengan bukti hadir ke majelis ilmu syar’i tidak …!?.
Jika misalpun secara dhohir hadir kemajelis ilmu, hal itu tidak merubah akhlaqnya?.
Sebab akhlaq terbagi menjadi:
1⃣Akhlaq kepada Allah
2⃣Akhlaq Kepada Nabi ﷺ
3⃣Akhlaq kepada para Sahabat Nabi
4⃣Akhlaq kepada orang tua:
✅Yang mendidik yaitu para guru-gurunya
✅Yang melahirkan yaitu kedua orang tua kandungnya
5⃣Akhlaq kepada masyarakat secara umum.
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
Penulis: Abu Salman Al-Kwasayni
Artikel: www.muslimberdikari.com
