Kapan bisanya?

Kajiannya jauh, dirimu bilang kok jauh dan mengeluh.

Tempatnya dekat gak berangkat.
.
Jadwalnya sudah ditentukan pagi, dirimu minta sore.

Dibuka kelas sore, dirimu bilang capek dan letih baru pulang kerja.

Menuntut ilmu di hari kerja, dirimu bilang sibuk kerja.

Ada jadwal menuntut ilmu di weekEnd, dirimu bilang bentrok banyak undangan dan urusan haknya keluarga.

Kelas sudah berjalan, dirimu tanya kapan lagi pendaftaran.

Di buka pendaftaran baru, kau bilang nanti dulu, masih dipertimbangkan dan atur waktu.

Ustadznya lulusan pesantren, dirimu anggap gak keren.
Ustadz lulusan perguruan tinggi, dirimu banyak alasan.

Ustadz ngajarnya serius, kau bilang bikin bete.
Ustadz ngajarnya santai, kau bilang kurang oke.

Kapan bisanya??!!.

Ingatlah wahai hamba Allah, bahwa setiap hari jatah kita hidup di dunia semakin berkurang dan terus berkurang.

Semakin ditunda waktu belajar dan banyak alasanmu, disitulah Syaithon menang dan terbukti dirimu ingusan.

Syaitan itu licik dan gigih menggoda penuntut ilmu agar futur.

Ingin sukses belajar?.

Buanglah banyak alasan dan hobi ngebantah yang hanya ngikutin perasaan, hakikatnya hal itu datang dari Syaithan!.

Segeralah mendaftar jika dibuka peluang belajar dan berjuanglah yang benar, jangan belajar mencari tenar!.

Menuntut ilmu itu sangat penting (wajib displin), bukan yang penting menuntut ilmu (asal-asalan).

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

***

Disusun di bumi Allah – Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: