Aku bukan siapa-siapa

Jika Allah tak menolong diriku, maka aku bukanlah siapa-siapa.

Jika Allah tak memberikan rahmatnya untukku, maka aku bukanlah siapa-siapa.

Jika Allah tak memberikan nafas kepadaku, maka aku bukanlah siapa-siapa.

Jika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tak membawa risalah untuk didakwahkan kepada umatnya, maka aku bukanlah siapa-siapa.

Jika Allah tak memberikan ilmu kepada diriku, maka aku bukanlah siapa-siapa.

Jika tak melalui wasilah guru-guruku mengajar, maka aku bukanlah siapa-siapa.

Lalu kenapa ada makhluk yang sombong membanggakan diri?.

Karena ia makhluk yang bodoh tanpa ilmu dan merasa bahwa apa yang didapatkan hanya dengan sebab usahanya saja.

Sementara diri kita diserukan untuk shalat dan menuju kemenangan saja harus meminta pertolongan Allah;

لا حول ولا قوة إلا بالله

“Tidak ada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah semata.”

Apalagi amal yang lain?.

Tak pantas kita ini membusungkan dada merasa apa yang telah didapatkan hanya dengan hasil usaha saja.

Sekali lagi kita bukan siapa-siapa jika tanpa bantuan dari Allah.

Semoga kita mudah untuk bersyukur dengan lisan dan amal kepada Allah. Amiin.

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

***

Disusun di bumi Allah – Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: