Orang besar itu ujiannya besar

Ujian itu sama dengan kemampuan.

Ujian itu sama dengan kemampuan.

Ujian itu sama dengan kemampuan.

Kemampuan itu sama dengan ujian.

Maksudnya apaan sih…?!

Ada ujian turun kepadamu bersamaan itu pastilah Allah turunkan kemampuan untuk menghadapi dan menyelesaikannya.

Adanya kemampuan pada dirimu untuk menghadapi dan menyelesaikan ujian yang ada padamu, pastilah Allah sebelumnya telah menurunkan ujian.

Energi aksi sama dengan energi reaksi, ini sebagai rumus baku matematika.

Seorang menjadi orang besar, tentulah ujiannya besar.

Ujiannya kecil ingin menjadi orang besar?, ngimpi kali ya…!

Siapapun yang menghindar dari tugas dan beban, maka ilmu dan kemampuannya tak akan maju, karena kemampuan seseorang tergantung beban yang ia pikul. Sehingga siapapun yang memiliki tugas dan beban berat, maka saat itu juga Allah memberikan kemampuan sesuai dengan beban yang ia terima untuk menyelesaikan tugasnya.

Dirimu menghindar dari tugas atau amanah dan menawarnya, berarti dirimu menghindar untuk maju dan bertambahnya ilmu, karena kemampuan dan ilmu itu diberikan oleh Allah karena sesuai beban yang ia pikul.

Sekali lagi jangan menghindar dari tugas dan amanah, karena jika dirimu lari dari tugas, maka hakikatnya engkau lari dari kemajuan dan bertambahnya kemampuan ilmu.

Kemampuan itu diberikan oleh Allah karena engkau ada beban, jika beban atau tugasmu ringan maka akan ringan juga pola pikir dan ilmumu. Seharusnya seorang yang ingin maju ilmu dan kemampuannya, ia meminta tugas dan tugas lagi, bukan malah lari dari tugas yang diamanahkan padanya dan dengan entengnya mengatakan; “aku belum mampu tugas ini dan itu…, berikan saja ke fulan…!”

Sementara Allah berfirman :

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)

Seorang yang maju, berilmu dan memiliki kemampuan adalah yang ada padanya tugas atau amanah yang ia pikul. Dan Allah memberikan ilmu dan kemampuan untuk menyelesaikan tugasnya karena ada beban terlebih dahulu.

Siapasaja yang enggan terbebani dan hanya ingin yang ringan-ringan saja bebannya, maka ilmu dan kemampuannya juga akan ringan. Dan seorang yang seperti ini akan sulit baginya untuk berkembang dan maju ilmunya. Karena menghindar dari tugas dan beban, berarti lari dari kemajuan.

Moto hidup orang yang ingin maju: “Jika tugas ini…itu… bisa saya lakukan dan selesaikan, kenapa saya berikan tugasku ke orang lain.”

Moto orang yang ingin jongkok ilmu dan kemampuannya: “Kenapa saya terus yang diminta tolong tugas ini…itu…, kan ada yang lain?.”

Mintalah tugas agar dirimu maju dan berkembang…!

Larilah dari tugas agar dirimu jonggok dan mundur…!

Rumus matematika, fisika dan kimia itu dari Al-Qur’an, masa mengaku mukmin tak percaya isi Al-Qur’an.

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

***

Disusun di bumi Allah – Bekasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: