Apa itu rumah tangga?

Rumah tangga adalah sebuah rumah yang ada tangganya, maksudnya yaitu seseorang disebut telah berkeluarga tentulah ada pasangannya hidupnya.

Setelah rumah dan tangga telah ada tentu ingin adanya perabotan untuk pelengkap tempat tinggalnya yaitu anak-anak bagi mereka berdua sebagai penyejuk pandangan. Karena rumah tangga tanpa terdengar suara anak-anak akan terasa hampa hidupnya, walau ia mungkin dalam urusan harta bergelimang banyaknya.

Lalu setelahnya mereka berdua mencari hiasan rumahnya yaitu bagaimana menjadikan anak-anak mereka keturunan yang shalih dan shalihah berguna untuk agama, orang tua, dan bangsanya.

Ketika seorang laki-laki atau wanita masih sendiri ia masih kurang agamanya, maka kenapa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyuruh para bujang dan gadis untuk menikah?, tidak lain untuk menyempurnakan agama mereka.

Dahulu ketika masih bujang atau gadis pergi ngaji sendiri dan aktivitas yang lain juga demikian.

Setelah sempurna dengan menikah, maka jangan engkau tinggalkan bidadarimu di rumah tanpa diajak ikut bersama untuk ngaji bareng.

Jangan sampai setelah sempurna agamanya, malah dikurangi lagi yaitu dengan jalan seorang suami enggan ngajak ikut serta ngaji bareng.

Ngaji bareng itu asyik, jika seorang suami kelupaan mencatat maka in syaa Allah istrinya mencatat, jika istri mengantuk kecapean suaminya sudah dengan rekamannya.

Pulang ngaji tak terburu-buru bisa jalan-jalan karena lagi bersama orang yang disayang lalu mampir ke tempat jajan atau makan mie ayam.

Itulah asyiknya ngaji bareng sama pasangan yang tersayang, naik motor atau kendaraan dengan berpelukan.

Ketika nanti murojaah di rumah bisa main tebak-tebakan, yang salah jawabannya dihukum dengan disayang.

Sudah menikah ngaji sendirian?.

Kasihan…!

Emang engkau sudah merasa jagoan bisa ngajari yang tersayang?.

Dulu awal menikah berucap: “Kita akan selalu berdua sampai ke Surga sayang”, namun nyatanya bareng ke Taman Surga saja tak terbayang, bagaimana caranya akan bersama ke Surga?.

Jangan gombal panggil “Sayang”, namun engkau jalan sendiri ngaji lalu pulang tak membawa bekal yang dulu untuk promosian.

Suami berkata: Sayang…

Istri shalihah menjawab: Jangan gombal panggil sayang-sayang, kalau ngaji tak ngajak adek (istri), ajak serta aku ngaji baru sayangnya asli bang…!

Wahai saudaraku, nafkah yang pertama dalam mengarungi rumah tangga adalah ilmu agama bukan harta benda.

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

***

Disusun di bumi Allah – Bekasi, Kamis 25 Dzulhijjah 1439 H.

Penulis: Abu Salman Al-Kwasayni

Artikel: www.muslimberdikari.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: