Siapa yang ingin cepat menuju Surga, maka berjalanlah Ke Majelis Ilmu
Kita semua sebagai hamba Allah tentu bercita-cita ingin masuk Surga. Namun Surga Allah tidak diberikan kepada yang berangan-angan saja.
Surga belum bisa dimasuki oleh orang yang masih di atas bumi Allah (hidup).
Dan tahapan menuju Surga tentunya setiap hamba Allah akan meninggal dunia. Dan hanya ada dua keadaan di alam kubur:
1. Nikmat kubur; tidur sampai dibangkitkan pada hari Kiamat.
2. Siksa kubur; disiksa di dalam kuburnya (pagi dan sore).
Hamba yang akan selamat di alam kuburnya adalah hamba yang berilmu, dan tidaklah akan berilmu kecuali dengan menuntut ilmu.
Ada seorang Salaf pernah berkata: “Jikalau di kehidupan dunia ini tidak ada sholat malam dan majelis ilmu, mending aku pensiun dari dunia ini.”
Kenapa sangat pentingnya majelis ilmu bagi para pendahulu kita?.
Karena majelis ilmu adalah taman Surga, sementara kita tak akan pernah masuk ke Surganya Allah Ta’ala yang sebenarnya kelak di akhirat tanpa diri kita masuk ke Surga yang ada di dunia ini.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
إن في الدنيا لجنة من لم يدخلها لا يدخل جنة الآخرة
“Sesungguhnya di kehipan dunia itu ada sebuah Surga, siapasaja yang enggan masuk ke Surga dunia tersebut, ia tak akan masuk ke Surganya Allah di akhirat.”
(Al-Wabilush Shayyib, hal 48)
Apa yang dimaksud Surga yang ada di dunia oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah?.
Surga di dunia adalah majelis ilmu, maka beruntunglah bagi siapasaja yang ia semangat menghadiri majelis ilmu baik yang jauh maupun dekat dari tempat tinggalnya, terlebih terjangkau dari rumahnya, Allah akan memudahkan jalannya menuju Surga yang hakiki di akhirat kelak.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Siapasaja menempuh satu jalan untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju Surga.” (HR. Muslim)
Di kehidupan dunia saja, jika ada sebuah jalan utama macet dan ada jalur alternatif yang lancar, maka kita semua akan memilih jalur alternatif tersebut.
Menuntut ilmu dengan menghadiri majelis ilmu ini bukan jalan alternatif, namun jalan utama yang Allah Ta’ala memberikan pahala yang besar bagi siapasaja yang semangat hadir di dalam untuk menunaikan kewajiban sebagai muslim dan bahan ajar untuk mendidik keluarga dan anak-anaknya.
Semoga Allah Ta’ala memudahkan langkah kaki kita semua menuju taman Surga. Âmîn
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
***
Disusun di bumi Allah. Pesantren Kampung Santri – Rabu, 2 Muharram 1443.
