Tak jarang zaman sekarang kita mendengar, manakala seorang murid mau berkunjung ke rumah gurunya ia bertanya; di rumah tidak hari ini atau itu ustadz?.
Telepon dengan WA atau semisalnya, bahkan berani miscall atau kirim pesan singkat untuk mengetahui keberadaan gurunya, karena ia beralasan dari tempat yang jauh, sungguh ini tidaklah berakhlaq kepada seorang guru.
Kunjungilah gurumu tanpa menanyakan kapan beliau ada, karena jika gurumu ada di rumah berarti itu rizqi dan keberkahanmu, apabila gurumu tak berada di rumah maka Allah telah mencatatkan amal kebaikan bahwa engkau berkunjung gurumu.
Lihatlah akhlak para Salaf, dalam rangka mengamalkan ilmu mereka, salah satunya akhlak dari Abu ‘Ubaid Al-Qosim bin Salam rahimahullah berkata: “aku tidak pernah sekalipun mengetuk pintu rumah seorang dari guruku, karena Allah Ta’ala berfirman:
وَلَوْ أَنَّهُمْ صَبَرُوا حَتَّى تَخْرُجَ إِلَيْهِمْ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Kalau sekiranya mereka sabar, sampai kamu keluar menemui mereka, itu lebih baik untuknya.” (Qs. Al-Hujurat: 5)
Engkau mengaku ada sesuatu yang penting, namun gurumu dihubungi hanya melalui hpmu saja, di mana akhlakmu?.
Engkau beralasan sibuk karena banyak kegiatan sehingga hanya melalui hp, bagaimana dengan gurumu tentulah mereka lebih sibuk daripada dirimu.
Ingatlah suksesmu dalam menuntut ilmu dan mendakwahkannya itu tergantung seberapa baik menjaga hubungan kepada gurumu.
Doakanlah guru-gurumu ketika shalatmu!.
Amalkanlah nasihatnya!.
Jagalah amanahnya yang diberikan kepadamu, karena gurumu menginginkan dirimu maju dan engkau disiapkan menjadi seorang yang mumpuni dan pemimpin dakwah dan pendidikan di masa yang akan datang.
Kunjungilah kediamannya!.
Mintalah terus menerus bimbingannya!.
Tawadhu’lah kepada mereka!.
Jantanlah dan beranilah minta maaf jika engkau memiliki kesalahan!, karena diam dan menghindar darinya adalah petaka mengundang bala tentara setan datang kepadamu, sehingga puncak dari godaan bala tentara setan itu adalah agar engkau segera lemah (futur) dalam kebaikan ilmu.
Fokuslah dan non aktifkanlah hpmu ketika di hadapannya!.
Pulanglah jika disuruh pulang olehnya, jangan pulang sebelum diijinkan pulang oleh gurumu!.
Merasa mampu dengan sebuah metode ilmu atau pengajarannya tanpa minta nasihat gurumu adalah talbis Iblis agar hancur keilmuanmu.
Selalu berbaik sangkalah kepadanya!, walau engkau ditegasi bahkan dikerasi, karena seorang guru pastilah menginginkan kebaikan serta kesuksesan untuk setiap muridnya.
Menjauhlah dari gurumu dan tak mengindahkan nasihatnya adalah awal kehancuranmu dalam urusan ilmu, bahkan urusan duniamu.
Kurangnya waktumu ketemu gurumu adalah sebab dirimu menjadi penakut dalam kebaikan dan nahi munkar.
Jadwalkanlah waktumu untuk mengunjungi gurumu, betapapun sibukmu!.
Janganlah cukupkan bertemu dengan gurumu hanya di kelas atau majelisnya tanpa mengunjunginya kediaman gurumu!, karena dengan sebab itulah dirimu tak akan pernah mengenal sifat asli gurumu.
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
***
Disusun di bumi Allah Depok







