Hadits

Jangan Lupakan Orang Miskin

Menjaga Amanah

 عن مصعب بن سعد أن النبي صلى الله عليه وسلم قال :  هَلْ تُنْصَرُوْنَ وَتَرْزَقُوْنَ إلاَّ بِضُعَفَائِكُمْ

Dari sahabat Mush’ab bin Sa’ad bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam bersabda: “Tidaklah kalian ditolong oleh Allah dan diberikan rezeki oleh kecuali disebabkan ada orang-orang lemah (fakir dan miskin) diantara kalian.” (HR. Bukhari)

Di dalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa sebab seseorang ditolong dan diberikan rezeki oleh Allah itu disebabkan adanya orang-orang lemah, baik dari kalangan orang fakir, miskin, janda dan anak yatim.

Bahkan Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam juga menjelaskan bahwa akan datangnya pertolongan dari Allah dan musuh-musuh Islam itu takut atau pun kalah, disebabkan adanya doa dari orang-orang lemah yang shalih.

Pantaslah jika seseorang atau lembaga bahkan negara yang peduli dengan urusan orang-orang lemah, niscaya pertolongan Allah akan datang dan lancarkan urusannya.

Maka tidak pantas jika seseorang membantu orang lain untuk memudahkan dan membantu kesulitannya, di kemudian hari dia mengungkit-ungkit, bahkan mengganggu orang lemah yang pernah dibantunya, maka hal ini adalah kesalahan yang besar.

Karena mengungkit kebaikan yang pernah dikerjakan akan menghapuskan pahala, sebagaiman firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تُبْطِلُواْ صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَالأذَى كَالَّذِي يُنفِقُ مَالَهُ رِئَاء النَّاسِ وَلاَ يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ

“Wahai orang- orang beriman,janganlah kalian membatalkan (menghilangkan) shodaqoh (kebaikan) kalian, dengan mengungkit-ungkit (menyebut-nyebut) dan mengganggu (menyakiti hati si penerima kebaikan), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kiamat.” (QS.Al-Baqarah: 264)

Allah menyebutkan di dalam ayat di atas, bahwa orang-orang yang mengungkit-ungkit kebaikan ataupun mengganggu orang yang telah menerima kebaikan adalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah (tidak sempurna imannya) dan akan tegaknya hari kiamat.

Dan perbuatan mengungkit-ungkit adalah dosa dan menunjukan belum sempurna keimanan seseorang kepada hari kiamat.

Di dalam Al-Qur’an atau hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sering digandengkan antara beriman kepada Allah dan hari kiamat, terus apa faedahnya?, di antaranya adalah:

1. Mengharap pahala dari Allah setelah beramal kebaikan.

2. Takut amalannya dan tidak di terima oleh Allah dan takut balasan nantinya di hari kiamat. Siapa saja yang akan berucap dan beramal harus didasari dengan ilmu, karena perbuatan mengungkit kebaikan dan mengganggu kepada si penerima kebaikan adalah bentuk kurang sempurnanya keimanan orang tersebut, karena ucapan untuk mengungkit kebaikan bukanlah perkataan yang baik, bahkan hal itu adalah dosa yang menghapus pahala.

Wajib berkatalah dengan sesuatu yang baik atau diam (menahan diri dari mengungkit).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من كان يؤمن بالله واليوم الأخر فليقل خيرا أو ليصمت

 “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan akan terjadinya hari kiamat, maka dia pasti akan berkata yang baik atau diam.” (Mutaffaqun ‘alaihi)

Maka beruntunglah bagi siapasaja yang peduli dengan orang-orang yang lemah di sekitar mereka dan orang-orang menginfakkan hartanya di jalan kebaikan dan para malaikat akan mendoakan mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 اللَّهُمَ أَعْطِ مُنْفِقًا خلفًا,وأعطِ ممسكا تلفًا

 “Ya Allah, berilah ganti kepada orang yang berinfak dan berikanlah kerusakkan kepada orang yang enggan berinfaq.” (Mutaffaqun ‘alaihi)

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *