Wali Allah atau wali Syaithon?
Tidak akan pernah bersatu antara penyeru kebaikan dengan penyeru kebatilan, Allah membedakan mana wali Allah dan mana yang termasuk wali Syaithon.
Allah Ta’ala berfirman :
اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ ۗ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
“Allah adalah wali orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir adalah walinya para syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka,mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah : 257)
Jadi siapa yang disebut dengan wali Allah?.
Merekalah orang-orang yang berusaha mengajak kejalan kebaikan; dari menuntut ilmu, berbakti kepada orang tua, dan berbagai kebaikan yang diperintahkan oleh Allah dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Jadi sifat dari wali Allah adalah berusaha mengeluarkan manusia dari kegelapan dosa menuju terangnya cahaya agama Allah.
Adapun wali syaithon?.
Mereka adalah penghalang-penghalang kebaikan baik berbentuk jin atau manusia, sebagaimana penjelasan tentang jenis syaithon di dalam surah An-Nas.
Wali syaithon mempunyai sifat; mengeluarkan dari cahaya agama Allah dan ketundukan kepada Nabi-Nya menuju kejalan gelapnya dosa dan kemaksiatan: dari menghalangi orang lain menuntut ilmu, memfitnah, mengadu domba, dan hasad apabila kebaikan-kebaikan berkembang dan terus berkembang.
Imam Ibnul Qoyim rahimahullah berkata: ” Diantara perusak dakwah adalah seorang yang menghalang-halangi orang lain untuk menuntut ilmu”.
Hati-hatilah dalam menjalankan kehidupan beragama kita semua!.
Hidup hanya sekali!.
Jadilah termasuk wali Allah!.
Dan lawanlah dirimu dan yang lain jika ada sifat-sifat wali syaithon!.
Ingatlah kematian, karena ini adalah obat yang paling manjur untuk melawan sifat-sifat yang mendatangkan murka Allah!.
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
***
Disusun di bumi Allah – Bekasi
Penulis: Abu Salman Al-Kwasayni
Artikel: www.muslimberdikari.com
