Bidadari di bulan Ramadhan

Ia menyiapkan menyiapkan santapan sahur untuk suami dan anak-anaknya.

Ia membangunkan para seisi rumah dari tidur mereka bukan untuk meminta bantuan menyiapkan hidangan sahur, namun ia mempersilahkan suami dan anak-anaknya untuk makan serta menikmati jerik payahnya sebelum mereka bangun dari tidurnya.

Ia bangun tidur manakala suami dan anak-anaknya terlelap diatas ranjang mereka, namun ia siapkan segalanya untuk seisi rumahnya, agar sahurnya tepat waktu dan membuat bahagia untuk seisi rumah.

Setelah shalat subuh ia mengambil peralatan makan dan minum yang digunakan oleh suami dan anak-anaknya, tak kenal capek agar nampak kembali bersih dan rapi.

Ia membaca Al-Qur’an dan mencontohkan untuk anak-anaknya.

Ia menyiapkan untuk buka puasa keluarganya dari pagi, dengan berbelanja dan menyiapkan semuanya.

Ia menunaikan shalat ashar dan berjibaku di dapurnya demi menyiapkan terbaik untuk suami dan anak-anaknya.

Siapa dirinya itu yang begitu mulia amalnya?.

Ia adalah istri anda yang shalihah wahai para suami .

Ia adalah ibu anda yang mulia wahai para anak.

Ucapkan terima kasih kepada wanita yang mulia ini wahai penghuni rumah.

Kecuplah keningnya dan ucapkanlah terima kasih kepadanya wahai para suami.

Ciumlah pipinya dan ucapkanlah kepadanya terima kasih wahai para anak yang berbakti.

Berilah hadiah untuknya yang spesial ketika idul fitri nanti wahai suami, karena jasanya yang begitu luar biasa untuk mendukung ibadah selama Ramadhan.

Terima kasih tak terhingga untuk para istri yang shalihah.

Andalah bidadari di bulan Ramadhan, semoga Allah memasukan anda semua ke Surga-Nya kelak. Amiin.

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

***

Disusun di bumi Allah – Cikarang

Penulis: Abu Salman Al-Kwasayni

Artikel: www.muslimberdikari.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: